Sssttt... Ada Yang Zzzz...

Baru-baru ini sms dari teman lama masuk dan berkata, "Kemarin malam saya mimpi kamu mati." Buset! Sekalinya dimimpiin cowok, eh kok malah mimpi meninggal. Bodo ah, cuekin aja.

Begonya, ternyata saya gak bisa bersikap bodo amat. Senang atau tidak sms itu bikin saya mulai bengong lagi. Bukan karena mikir soal mati, tapi karena mimpi. Kenapa ya saya tidak pernah bermimpi?

Memang sih tidur saya amburadul. Kadang kebalik, kadang tepat waktu, kadang kelebihan, kadang pake guling. Tidak pernah sama setiap harinya. Dan mungkin itulah penyebab saya tidak pernah dikasih mimpi. Sedih deh.

Tapi apa bener saya tidak bermimpi?

Pertanyaan saya sedikit terjawab ketika majalah murahan langganan saya datang, kebetulan membahas soal mimpi. Katanya setiap orang bermimpi, tapi tidak semua bisa mengingatnya. Majalah itu juga bercerita tentang bagaimana mimpi muncul. Katanya ia terjadi saat fase REM (Rapid Eye Movement), fase ketika tidur kita memasuki tingkat nyenyak, ditandai dengan gerakan mata yang sangat cepat. Jadi kalau saya ingin dapat mimpi, saya harus tidur nyenyak. Dan ketika mimpi datang, usahakan untuk mengingatnya.

Ck ck ck... tumben majalah saya isinya berbobot, saya jadi bangga.

Saya pun mencoba tidur tepat waktu. Suasana dibuat nyaman, cuci kaki, sikat gigi, moga-moga bisa nyenyak supaya bisa mimpi. Sambil rebahan saya baca lagi artikel di majalah saya, ternyata judulnya: Zzzz. Lucu juga. Simbol "Zzzz" memang sudah disepakati berarti tidur. Kenapa ya? Mungkin karena bunyi orang tidur mirip desis huruf "Z". Tapi tidur tetangga saya bunyinya "Grok". Atau mungkin karena "Z" adalah huruf terakhir dalam alfabet; dan tidur adalah simbolisasi sebuah akhir, mati lebih tepatnya, seperti doa sebelum tidur yang diajarkan Bapak saya ketika saya kecil, "Ya Allah, dengan nama-Mu aku hidup dan mati."

Ada kata mati pada doa tidur. Apa tidur sama dengan mati? Kalo kata Edgar Allen Poe sih "...those little slices of death..."

Waduh, kalau gitu saya harus bangun! Saya tidak boleh tidur sekarang. Tidak bisa mati dulu karena ada kerjaan belum selesai.


Twelve hours of work and I still can't sleep.
Damn.
Days go on and on.
They don't end.
-travis bickle, taxi driver (1976)-