Posts

Kahirupan

Ngluruk Tanpo Bolo Menang Tanpo Ngasorake Sekti Tanpo Aji-Aji Sugih Tanpo Bondho ...semoga...

Demi Mimpi

Image
Saya merasa hidup jadi orang yang realistis. Kadang-kadang hal itu terpaksa mengikis banyak mimpi. Ketika mimpi saya melipir pergi, saya punya pembenaran paling mujarab hasil wejangan film The Guru : mimpi itu nggak nyata, cuma terjadi pas kita lagi tidur. Namun saya punya teman yang teguh bermimpi sambil melek. Mimpi dia adalah: bikin film. Bagi saya pribadi film adalah barang yang aneh. Saya amat sangat suka menikmati film, namun saya sering menganggap film sebagai produk yang angkuh. Saya kerap berpikir bahwa film adalah karya yang terlalu mahal untuk dinikmati penghargaannya oleh segelintir orang saja. Saya sedih sekali pernah melihat kru-kru film yang sedih merasa tidak dihargai. Lebih sedih lagi ketika saya melihat sutradara mengambil seluruh kredit, seolah film dibuat sendirian. Ada cast & crew yang penting, namun lebih banyak lagi yang dianggap tidak penting. Padahal film dibuat dari hasil kerja keras banyak orang. Itulah yang membuat saya agak takut untuk mencicipi...

Sarang Hae

Image
Bagaimana orang tahu rasanya jatuh cinta, kalau dia belum pernah ada di dalamnya? Saya pernah merasa tidak jatuh cinta pada siapapun untuk waktu yang cukup lama. Liat orang kayaknya nggak ada yang menarik. Lagian sebagai remaja yang selalu ingin tampil beda, pacaran kok kayaknya biasa banget ya. Lebih baik main ke perpustakaan. Intinya mah, pas ABG dulu saya rada culun gak kepikiran yang namanya cinta-cintaan. Padahal orang bilang masa remaja itu masa yang penuh dengan hormon... tapi memang begitulah nasib saya jadi anak yang telat. Tapi tunggu dulu. Meskipun belum pernah kesambet cinta, saya yakin dan tahu betul rasanya jatuh cinta. Jatuh cinta itu rasanya seperti nonton film bagus. Saya ingat dulu diajak nonton Unforgiven. Kebetulan Ibu saya penggemar berat Clint Eastwood. Dan Bapak penggemar berat tidur di bioskop. Jadi pergilah kami ke Kiara 21, ramai-ramai nonton film yang baru menang oscar. Setelah film selesai, Ibu kecewa karena Clint Eastwood biasanya langsung dar der d...

Sarimin

Kerajingan mainan baru bernama Twitter membuat saya banjir informasi cepat. Salah satunya bikin saya bingung banget. Petisi untuk menolak topeng monyet di Jakarta. http://www.thepetitionsite.com/10/stop-the-torture-of-macaque-monkeys-in-jakarta/ Alasannya bingungnya bukan karena seni dan budaya. Saya orang yang gak terlalu ngerti seni apalagi budaya. Jadi kalau ada yang gak mau ikut petisi2an karena alasan itu seni tradisi, saya bilang aja saya nggak ngerti. Juga bukan karena peri-kehewanan. Saya nggak ngerti kehidupan monyet. Jadi saya nggak tahu soal batasan penyiksaan terhadap hewan. Kalau ngambil empedu beruang di Vietnam saya tahu itu jahat parah, tapi kalo topeng monyet saya nggak tahu. Jadi bingungnya karena begini... Teman saya pernah ke kampung Topeng Monyet, di daerah Cipinang. Sambil ketawa2 dia tanya saya, "Udah pernah ke sana belom?" Saya jawab, "Belom." Dia bilang," Wah lu musti ke sana... miskin-miskin! Parah miskinnya." Se...
Kenapa saya sedih akhir-akhir ini? Mungkin sakit hati pas survey bilang Soeharto lebih baik Mungkin gara-gara masuk ITB sekarang 55 juta, paling murah 13,5 juta Mungkin capek mikir... dasar kahirupan Mungkin kesal internet Smart jadi lemot Mungkin sedih BBC Knowledge gak ada lagi di rusun Mungkin karena kelinci sakit... Mungkin semuanya benar Kelinci jangan sakit... :( People come and go and walk away but I'm not going anywhere I'm not going anywhere -i'm not going anywhere, keren ann-

Bersama Kita Pizza!

Bagi saya, Pizza adalah makanan paling enak di dunia. Sejarahnya dimulai ketika saya pulang sekolah. Putih-Biru waktu itu. Bapak pulang kantor membawa Pizza, makanan yang sejak kecil cuma bisa saya lihat di serial Kura-Kura Ninja. Saya, dan dua saudara saya kagum. Akhirnya kesampaian bisa makan pizza. Selamat makan! Wuih enak banget. Ternyata Bapak dan Ibu tahu anak-anaknya doyan pizza. Mereka niat irit supaya kami bisa makan pizza langsung di tempatnya. Pizza Hut di Regent. Pesan secukupnya, rasanya selangit, lalu keluarlah tagihan Rp. 35.000,-. Alamak! kok mahal banget ya. Tiba-tiba saya tersambar sesuatu yang membuat saya mengerti kenapa orang rela membayar mahal untuk dapat sensasi rasa tertentu. Ada uang, ada barang. Setelah hari itu saya mulai mengumpulkan uang untuk mendapat sedikit rasa mewah. Wendy's, album kaset, marlboro, pokoknya apapun yang menurut saya mahal dan bikin penasaran. Awalnya membahagiakan, tapi lama-lama rasanya kok jadi hambar ya? Saya her...

Masa Depan

Image
Dulu ada orang bilang, "Jangan berharap... Yang salah itu berharap." Dan saya percaya. Kalau nggak berharap gak bakal sakit hati kan? Tiba-tiba sebuah film jam 2 pagi mengubah saya... Saya nonton kakek Nakamatsu yang lumayan giling tapi hidupnya penuh harapan. Sekarang saya berharap dikit deh... komputer editing, komputer editing, komputer editing! Kalau ada yang bisa bantu saya... Tolong carikan The Invention of Dr. Nakamats di internet. Hiks... hiks... Pengen nonton lagi 1000 kali, untuk masa depan yang lebih funky . Life should be lived long. Speech should be short! -dr. nakamats-

Debu

Image
hari ini saya sedih, mengiyakan pernyataan: kita telah gagal sebagai bangsa :( saya harus pergi ke mana? ini buat teman-teman yang terluka karena dianggap beda... lagu yang menemani kesedihan saya hari ini tentang rindu... semoga suatu saat bisa kita hapus debunya sama-sama supaya pelanginya bisa kelihatan... ...dan aku rindu melangkah di duniamu...

Monster

Saya baru ingat rasanya berada di titik nol ketika akhirnya (kembali) merasakannya. Saat ini, di tempat ini, di titik ini: nol kilometer. Mumpung di titik nol begini saya bebas menentukan (lagi) masa depan saya. Nothing to lose . Toh masih di nol. Mau apa, di mana, arahnya ke mana, sama siapa. Bebas. Ini saatnya saya tentukan mau jadi orang seperti apa. Kalau harus dijawab dengan klise dan cepat saya akan bilang, "Saya ingin jadi orang baik. Idih cih geli." Entah kenapa kepala saya mengingat ucapan sinis seorang teman di kampus--sempat pula jadi teman satu kontrakan--yang dia lontarkan sekitar 8 tahun yang lalu (buset gue tua amat!). Dulu dia pernah bilang, "Pada akhirnya orang yang berusaha keras melakukan kebaikan akan berakhir tidak melakukan apa pun. Sedangkan orang yang sama sekali tidak punya niat baik atau bahkan jahat justru akan berbuat banyak." Saya was-was mengingat kata-kata silet teman saya itu karena mulut orang itu memang kerap terdengar nyel...

Bumi Dan Langit

Image
Minggu lalu saya dapat pelajaran dari seorang teman tentang bumi dan langit. Dia menunjuk sebuah scene bumi dan langit yang sedang saya edit lalu berkata, "Ini langitnya..." Bodohnya! Hampir 30 tahun saya hidup, tapi saya tidak tahu langit di mana. Selama ini saya pikir langit adalah tempat yang bisa saya lihat dari balik jendela; tempat nyaman di dekat awan. Namun sepertinya saya salah. Langit sepertinya ada di sini; di tanah yang saya injak, di air yang saya seruput, di udara yang saya dengus. Dekat. Lebih dekat dari urat leher saya sendiri, namun tidak berani saya dekati. Hiks, saya ingin pergi ke langit, tapi saya tidak berani. Huhuuuu... I feel sorry for my self, but I don't have enough guts . Semoga saya punya tangan cukup panjang untuk meraihmu dari balik jendela, teman. Maaf... Saya baru bisa sampai sini. Lalu saya kembali duduk di balik jendela sambil berkata, "Ini langitnya..." Oh dreammaker You heartbreaker Wherever you're going I...

Budak Harta

Image
Saya hampir 30, tapi masih bingung mencari-cari pekerjaan apa yang paling cocok untuk saya. Saya pernah dagang VCD, terima pesanan baju, jualan tulisan, ngedit kawinan, asisten fotografer (alias tukang gulung kabel). Tapi belum ada satu pun yang rasanya pas dan membahagiakan. Malam ini... kelinci di rumah saya buka-buka internet. Dia punya account facebook, saya tidak. Jadi saya deket-deket dia biar bisa ikut lihat-lihat. Ternyata dia baru dapat pencerahan dari facebook. Dia baru saja mengikuti quiz "pekerjaan apa yang paling cocok untuk anda" menurut perhitungan feng shui dari nama. Dan dia mendapat hasil: USTADZ... Kelinci terharu melihat hasil itu. Dia tidak menyangka bahwa facebook begitu mengenali kepribadiannya. Dan akhirnya dia tahu apa yang seharusnya dia lakukan dalam hidup. Melihat pencerahan yang dialami kelinci, saya langsung semangat, ingin ikut kuis itu. Saya pancing kelinci dengan wortel segar supaya dia pergi dari depan komputer, dan berhasil. Kelinci su...

Mohammad Halik Rudianto

Saya membuat janji pada diri sendiri untuk menulis tentang hal yang terjadi pada dini hari 2 Oktober 2010 di Pemalang, Jawa Tengah. Saya bahkan menulis email ke diri sendiri berjudul Tulis! dengan harapan otak saya bisa dipaksa bekerja. Namun saya tidak bisa. Yang keluar hanya pisuhan sana-sini, racauan tidak jelas yang lebih baik tidak dituliskan. Kenapa Tuhan buat luka? Negara bilang human error . Tapi di film Hollywood saya pernah lihat teknologi rem otomatis ketika lampu sinyal menyala merah. Jadi kenapa manusia tidak bisa bilang government error ? Atau mungkin saya yang error . Tidak tahan kontras yang ditawarkan sekitar saya. Pagi hari mengedit cerita bapak TBC stadium 3 di pinggir rel stasiun senen, berpikir apa yang bisa saya berikan. Namun sore hari menonton bioskop dan makan enak di mal, berpikir apa yang bisa saya dapatkan. Yah, mungkin memang saya yang error . Bapak Mohammad Halik Rudianto, Bapak Slamet Suradio, dan banyak lagi Bapak dan Ibu lain... saya minta maa...

Hari Burung

All my best memories Come back clearly to me Some can even make me cry Just like before It's yesterday once more -yesterday once more, carpenters- Sampai sekitar 3 tahun yang lalu, hari ulang tahun adalah hari yang saya anggap paling penting dalam setahun. Jauh lebih istimewa dari 364 hari yang lain. Seolah semua hal yang terjadi dalam satu hari itu adalah segalanya. Saya akan simpan semua sms ucapan selamat selama berbulan-bulan, bahkan mencatatnya dalam buku sebelum dihapus. Di hari itu, biasanya saya lakukan berbagai hal: 1. Menyiapkan ingatan khusus tentang apa saja yang terjadi hari itu; 2. Membuat rencana masa depan dan menuliskannya rapi-rapi; 3. Merancang sebuah hari yang membuat hari itu cukup layak dikenang, misalnya dengan pergi ke luar kota, dsb. Dan coba anda bayangkan, dengan sikap penuh drama seperti itu, saya pernah mendapatkan hari ulang tahun tanpa satu orang pun yang mengucapkan selamat. Tahun itu kebetulan Ramadhan. Saya sedang kejar setoran THR lewa...

Tragedi Putar

Image
Bulan lalu saya diajak Ibu pergi ke Ancol, tentu saja lihat komedi putar. Entah dapat angin dari mana tau-taunya saya berpikir, hmmm... KOMEDI putar. Apa lucunya sampe dikasih nama komedi? Mungkin karena bisa membuat anak kecil bahagia ketika berputar di atasnya. Bener gak? Bisa jadi. Kemudian saya kembali berjalan, tiba-tiba saya lihat ada anak kecil nangis di atas komedi putar. Lho namanya komedi kok malah nangis, kalau nangis kan Tragedi namanya. Eits, jangan-jangan emang itu Tragedi Putar. Lucu juga kan. Abisnya saya pernah dengar kalau komedi memang begitu dekat dengan tragedi, seperti dua sisi keping mata uang. Jadi jangan-jangan, Komedi putar dan Tragedi putar adalah keping mata uang yang sama. Dan supaya wahananya laku, jadi kasih nama Komedi Putar saja. Waaahhh, perjalanan Ancol saya kali ini pun rasanya jadi lebih filosofis. Sok-sokan mencari filosofi di balik komedi dan tragedi. Lalu sambil naik kora-kora saya berpikir, mengulang semua cerita komedi yang pernah saya to...

Crazy Happy People

Dua tahun yang lalu saya sempat berpikir, berapa besar penderitaan yang diperlukan orang Indonesia untuk membuat hidup kita lebih kreatif? Saya bukannya bilang orang Indonesia gak kreatif sih, tapi kok "produk" asli Indonesia tidak banyak yang diakui secara global dan mendunia. Deuh bahasanya jadi formal pisan. Mungkin saya cuma liat hasilnya dalam tataran populer aja ya. Karena "produk" Indonesia paling mendunia saat ini, menurut saya cuma ANGGUN. Ini menurut apa yang ada di dunia infotainment yak. Selain itu... hmmm, woman trafficking kayaknya. Yah, ini sih ga bisa diitung. Trus kenapa kok cuma Anggun? Padahal kita punya lebih dari 200 juta kepala, dan banyak yang menderita. Lho, apa hubungannya ama penderitaan? Begini hubungannya: Saya belajar kalau beberapa pergerakan penting (atau kejeniusan tertentu) kayaknya bermula dari penderitaan. Kalau dulu (orang) Inggris gak depresi, maybe Johnny Rotten won't get pissed, dan gak akan ada Sex Pistol. Mungkin lh...

Sssttt... Ada Yang Zzzz...

Baru-baru ini sms dari teman lama masuk dan berkata, "Kemarin malam saya mimpi kamu mati." Buset! Sekalinya dimimpiin cowok, eh kok malah mimpi meninggal. Bodo ah, cuekin aja. Begonya, ternyata saya gak bisa bersikap bodo amat. Senang atau tidak sms itu bikin saya mulai bengong lagi. Bukan karena mikir soal mati, tapi karena mimpi. Kenapa ya saya tidak pernah bermimpi? Memang sih tidur saya amburadul. Kadang kebalik, kadang tepat waktu, kadang kelebihan, kadang pake guling. Tidak pernah sama setiap harinya. Dan mungkin itulah penyebab saya tidak pernah dikasih mimpi. Sedih deh. Tapi apa bener saya tidak bermimpi? Pertanyaan saya sedikit terjawab ketika majalah murahan langganan saya datang, kebetulan membahas soal mimpi. Katanya setiap orang bermimpi, tapi tidak semua bisa mengingatnya. Majalah itu juga bercerita tentang bagaimana mimpi muncul. Katanya ia terjadi saat fase REM (Rapid Eye Movement), fase ketika tidur kita memasuki tingkat nyenyak, ditandai dengan gerakan m...

Di Ranjang Kita Mati

Parjo adalah teman saya yang paling macho. Badannya tegap dan besar. Jago silat. Orangnya juga rada galak. Dia tidak takut apapun. Lebih tepatnya: dia berpikir kalo dia tidak takut apapun. Sampai suatu hari seorang pria datang mencolek pantatnya. Parjo yang perkasa dibuat kehabisan kata-kata. Dia cuma bisa bengong sambil pelan-pelan menjauhi pria yang mencoleknya. Parjo tidak habis pikir, kok bisa-bisanya dia jadi korban "pelecehan seksual"? Singkat cerita peristiwa itu langsung jadi buah bibir di sekitar kampung saya. Laki-laki di sini mulai khawatir; takut terlecehkan juga seperti Parjo. Fenomena ini bikin saya berpikir, laki-laki tampaknya memang jarang dihadapkan dengan peristiwa "pelecehan seksual" karena mereka biasanya jadi pelaku. Sebaliknya perempuan... Beuh jangan tanya deh. Pelecehan seksual "ringan", seperti goda-goda yang keluar dari mulut bertebaran di mana-mana, belum colek dan raba. Jadi pengen muntah deh. Yah, kami cuma bisa muak den...

Maju Kena, Mundur Apalagi

Akhir-akhir ini hidup saya terasa membosankan. Rasanya gak ada kerjaan. Makan gak enak. Kecengan gak punya. Untuk buang-buang waktu, saya coba dengarkan musik. Mulai musik dangdut, disko, sampe disko dangdut saya dengarkan. Tapi sialnya suasana bukannya jadi enak, eh malahan makin butek aja. Semua gara-gara saya terlalu serius ketika mendengarkan lagu-lagu tadi. Misalnya begini, ketika mendengarkan She's Leaving Home-nya The Beatles, saya langsung buru-buru kabur dari rumah. Ingin seperti perempuan dalam lagu itu. Biar tambah seru saya pindah kota. Berhenti kerja. Cari petualangan baru. Tapi setelah kabur, saya dengarkan Intastella yang bilang kalo "The past is always better". Sial! Saya jadi terus mengingat apa sudah lewat; semua yang terjadi di belakang. Kok memang tampak lebih indah ya? Meskipun kadang-kadang membosankan, setidaknya dulu saya masih bisa tidur nyenyak. Di petualangan baru ini, boro-boro. Saya pun jadi terombang-ambing antara bertahan pada petualan...

Loncat-Loncat

Saya sempat berpikir untuk mengganti tanda tangan. Mau tau kenapa? Saya akan ceritakan kejadiannya dengan peristiwa yang tidak persis sama. Maksudnya supaya terasa fenomenal dan kesannya hidup saya tidak terlalu cupu. Jadi maaf kalau ada pihak yang kurang berkenan karena lagi-lagi saya membual. Begini ceritanya... Hari itu cuaca agak mendung di Ibukota. Saya sedang asyik menggigit gorengan yang masih mengebul asapnya. Polusi udara Jakarta terasa segar, suasana begitu nyaman. Tiba-tiba seorang Bapak muncul dari sela-sela sebuah gerobak sampah. Dia menunjukkan selembar kertas dan bertanya, "Tanda tangan siapa ini?" Kontan saya berhenti mengunyah karena sadar bahwa itu tanda tangan saya. Saya teriak, "Punya saya," saya jawab sambil memuncratkan tahu isi yang kebetulan masih memenuhi mulut saya. Lalu Bapak itu bilang, "Hidup kamu terlalu seenak udel. Itu tidak baik, apalagi kamu perempuan." Buset tuh orang, hari gini masih bicara soal "perempuan"...

Kakamaran

Image
 Bagi beberapa teman saya, toilet adalah tempat terbaik untuk berkontemplasi ria. Tapi bagi saya, lokasi menarik justru ada di kamar. Tempat saya berbagi segalanya, kecuali uang tentunya. Menyoroti kamar tentu tidak bisa lepas dari peran kasur yang begitu mulia. Kalau sedih diputus pacar, langsung saja nyungsep ke kasur seperti adegan film '80-an. Di mana lagi bisa segaring itu kalo bukan di kasur? Di mana lagi bisa berbuat yang gila-gila kalo bukan di kamar? Janganlah anda khawatir akan ketahuan karena kasur dan kamar adalah penjaga rahasia terbaik. Itulah sebabnya kamar jadi begitu istimewa bagi saya. Hingga suatu hari atap kamar saya bocor. Air matanya menetes satu-satu dari plafon. Saya sedih sekali. Eugene, sahabat saya, terus mengingatkan kalau itu air hujan, bukan air mata. Tapi saya keukeuh. Dia tidak mengerti kalau air mata kamar saya adalah pertanda. Dia tidak tahu kalau peristiwa itu membuat kepala saya terus-menerus memutar sebuah film karya Neil Jordan berjudul We...